5 Makanan Khas Balikpapan

Balikpapan merupakan salah satu kota besar yang ada di Indonesia, kota Balikpapan yang berada di pulau Kalimantan sebelah timur ini berkembang dengan cukup pesat sehingga masuk kedalam kota yang maju. Kota Balikpapan jelas memiliki beraneka ragam kuliner yang sayang untuk ditinggalkan apabila anda mengunjungi kota ini. Apa saja makanan khas kota Balikpapan yang wajib kita cicipi? Mari kita simak tulisan berikut ini.

  1. Amplang

Bagi anda pecinta kerupuk makanan ini wajib untuk dicicipi, amplang merupakan makanan yang mirip seperti kerupuk. Makanan yang renyah serta nikmat ini terbuat dari olahan ikan tenggiri, gabus atau belida yang dicampur dengan tepung tapioca serta bumbu-bumbu lainnya. Rasa yang muncul jelas bisa ditebak yaitu rasa gurih yang akan memanjakan lidah anda ketika menggigitnya. Ikan pipih atau sering disebut ikan tenggiri yang menjadikan amplang terasa sangat gurih serta berbunyi kriuk-kriuk ketika digigit oleh gigi. Selain menggunakan ikan tenggiri yang dijadikan sebagai bahan utamanya, ikan haruan atau ikan gabus juga dapat menjadi bahan pengganti, meskipun cita rasa yang dihasilkan akan berbeda. Akan tetapi seiring berkembangnya zaman amplang disajikan dalam berbagai varian rasa seperti ayam bawang, BBQ, lada hitam, dan berbagai varian rasa favorit lainnya. Makanan ini dapat ditemukan di sudut kota Balikpapan.

  • Bingka Kentang

Makanan selanjutnya yang dapat anda nikmati yaitu bingka kentang. Dari namanya sudah dapat ditebak bahwa kue khas Balikpapan ini berbahan dasar dari kentang. Kue Bingka banyak ditemui di acara-acara seperti pernikahan, selain itu kue ini juga sering dijadikan sebagai makanan untuk menu buka puasa saat Ramadhan tiba. Bahkan zaman dahulu kue ini hanya dapat ditemui ketika bulan Ramadhan tiba. Seiring berkembangnya zaman kue ini tidak hanya diolah menggunakan bahan dari kentang, akan tetapi dapat dibuat menggunakan tapai atau labu. Kue basah khas kota Balikpapan ini memiliki cita rasa yang sangat manis serta tekstur yang sangat lembut sehingga cocok untuk dinikmati oleh berbagai kalangan usia. Kue ini memiliki berbagai varian rasa seperti nangka, kurma, cokelat, pisang dan keju.

  • Nasi Bakar Seafood

Wilayah kota Balikpapan yang berada di pesisir laut menjadikan kota ini memiliki hasil laut yang sangat melimpah. Jadi tidaklah mengherankan apabila banyak terdapat makanan hasil olahan seafood yang wajib untuk dinikmati apabila mengunjungi kota ini, salah satunya yaitu nasi bakar seafood. Makanan khas Balikpapan ini pembuatannya menggunakan bumbu yang dipadukan dengan bahan rempah-rempah lainnya sehingga akan menggugah selera orang yang menikmatinya. Didalamnya terdapat campuran udang, kepiting, ikan serta berbagai seafood lainnya yang akan menggoyang lidah anda ketika menyantapnya.

  • Bubur Gunting

Ketika mendengar nama makanan ini pastilah terserat dibenak kita mengapa dinamakan bubur gunting? Pikiran kita akan menerka-nerka apakah proses membuatnya menggunakan gunting atau hanya sekedar nama agar lebih menarik atau terdapat sejarah lain yang membuat makanan tersebut dinamai dengan sebutan bubur gunting. Sebenarnya tidak ada yang aneh dari pemberian nama bubur ini, karena proses pembuatan makanan khas Balikpapan ini dengan cara menggunting adonan sesuai nama yang diberikan untuk makanan ini. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat bubur gunting yaitu tepung ketan, air kapur sirih, garam, serta air daun suji. Adonan bubur dibentuk memanjang kemudian digunting berbentuk serong. Setelah itu, adonan yang telah digunting direbus bersama santan, garam dan gula merah. Bubur gunting akan terasa lebih nikmati ketika disantap dalam keadaan hangat.

  • Mie Hijau

Bagi anada pecinta mie makanan ini wajib untuk di cicipi apabila anda menginjakkan kaki di kota Balikpapan. Sesuai dengan nama yang dimilikinya, mie khas Balikpapan memanglah berwarna hijau. Warna hijau tersebut dihasilkan dari perebusan mie bersama sawi hijau. Rasa yang dihasilkan jelas berbeda dengan mie pada umumnya. Untuk menambah kenikmatan ketika menyantap mie ini maka dihidangkan bersama taburan kepiting atau daging ayam diatasnya. Selain itu dalam pembuatannya mie hijau tidak menggunakan MSG, bahan pengenyal ataupun pengawet sehingga rasa yang diciptakan lebih nikmat serta sehat dikonsumsi untuk tubuh.

5 Tempat dan Bangunan Bersejarah di Kota Balikpapan

Sebuah wilayah pastilah memiliki tempat serta bangunan yang menyimpan sejarah. Begitu pula kota Balikpapan, kota ini memiliki beberapa bangunan bersejarah. Apa saja tempat serta bangunan bersejarah yang terdapat di kota Balikpapan, mari kita simak tulisan berikut ini.

  1. Meriam di Gunung Meriam

Sesuai dengan namanya yang disematkan, di puncak gunung atau bukit tersebut terdapat dua buah meriam bersejarah peninggalan Jepang pada saat terjadi Perang Dunia II di Indonesia. Dua buah meriam yang terdapat dipuncak gunung ini terawat dengan sangat baik. Hal tersebut dikarenakan adanya undang-undang yang dibuat oleh pemerintah untuk melindungi  dan senantiasa merawat keberadaan meriam tersebut. Konon katanya meriam ini digunakan oleh Jepang untuk melawan Belanda. Selain meriam yang berada diatas gunung meriam tersebut terdapat pula meriam-meriam lain peninggalan Jepang yang ada diwilayah lain. Dahulu meriam-meriam tersebut digunakan untuk menjaga sumber minyak yang ada di wilayah Balikpapan. Tempat-tempat bersejarah di Balikpapan ini menjadi bukti adanya penjajah Jepang yang menduduki Balikpapan pada tahun 1940-an. Peninggalan dari Jepang ini sampai sekarang masih dijaga dan dilindungi oleh pemerintah agar bisa dijadikan sebagai bahan edukasi serta objek pembelajaran sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

  • Tugu Perdamaian dan Makam

Tempat kedua yang menyimpan sejarah di kota Balikpapan yaitu Tugu Perdamaian dan Makam yang ada di Jalan Soekarno-Hatta KM 13. Tugu Perdamaian tersebut  berwarna biru serta memiliki 2 buah patung kecil yang berada di samping kanan dan kirinya. Tugu Perdamaian dibuat sebagai symbol adanya perdamaian antara Jepang, Australia dan Indonesia. Kemudian makam yang terdapat di lokasi ini diperkirakan adalah makam tentara Jepang yang dahulu gugur di medan perang saat terjadinya perang Dunia II di negeri ini. Tulisan-tulisan yang terdapat di tugu serta makam ini adalah tulisan Jepang. Kemudian saat ini keberadaan bangunan ini dinyatakan sebagai salah satu bangunan bersejarah yang ada di kota Balikpapan.

  • Bunker Jepang

Bangunan ketiga yang menyimpan bukti sejarah mengenai adanya para penjajah yang datang dari Jepang di kota Balikpapan yaitu bunker peninggalan Jepang. Bangunan bunker Jepang ini terdapat di dalam Batalyon Infanteri 600/Raider yang berjumlah 2 bunker. Salah satu dari dua bunker di Batalyon ini masih utuh serta berdiri dengan kokoh, sehingga dapat dilihat bagaimana desain bunker peninggalan Jepang pada masa dahulu. Akan tetapi bunker yang satunya sudah rusak dan hanya meninggalkan reruntuhan bangunan dan masyarakat sekitar memanfaatkannya untuk dijadikan sebagai ladang. Selain di tempat tersebut masih terdapat tempat-tempat bersejarah di kota Balikpapan yang terdapat bunker peninggalan Jepang, lokasi tersebut berada di pesisir Pantai Manggar Balikpapan.

  • Monumen Sumur Minyak Mathikdha

Monumen Sumur Minyak Mathildha atau biasa disebut dengan Tugu Matildha berlokasi di kawasan Jalan Yos Sudarso yang berada di pinggir jalan minyak wilayah Pertamina. Monumen ini merupakan tempat yang memiliki sejarah yang tidak dapat dilupakan bagi kota Balikpapan. Hal tersebut dikarenakan tempat ini merupakan tempat pengeboran minyak yang pertama dilakukan oleh Belanda di kota Balikpapan. Pengeboran minyak pertama kali dilakukan pada tanggal 10 Februari 1897 sehingga tanggal pengeboran tersebut juga digunakan sebagai hari jadi kota Balikpapan.

  • Monumen Perjuangan Rakyat (Menpora)

Sebagian besar masyarakat Balikpapan pastilah mengenal tugu ini. Monumen Perjuangan Rakyat (Menpora) ini berada di Jalan Jendral Sudirman No. 1 Klandasan Ulu Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Dahulu monument perjuangan rakyat ini memiliki bangunan yang pondasinya berbentuk trapesium dengan tiga prajurit yang berada diatasnya yang menunjukkan ekspresi bersemangat. Salah satu dari ketiga patung tersebut menggunakan pakaian adat khas Dayak dengan tangan kiri memegang tameng serta tangan kanan mengangkat Mandau. Patung tersebut berdiri di belakang dua patung lain yang mengenakan pakaian tentara yang menancapkan sebilah bamboo di tanah. Ujung bamboo tersebut berkibar bendera merah putih, namun pada tanggal 8 September 2016 patung tersebut roboh. Setelah robohnya patung tersebut menjadi ruang terbuka yang tetap dibuka untuk umum.

5 Wisata yang wajib di kunjungi di Balikpapan

Anda pasti tidak asing dengan kata Balikpapan, ya Balikpapan merupakan nama sebuah wilayah yang berada di pulau Kalimantan. Nah, apa saja destinasi wisata yang ditawarkan di Kota ini yang wajib dikunjungi saat anda menginjakkan kaki di kota ini? Mari kita simak tulisan berikut ini.

  1. Pantai Melawai

Balikpapan merupakan nama salah satu kota yang berada di Kalimantan Timur. Wilayah penghasil minyak yang berada di pesisir laut ini memiliki pantai yang indah untuk dijadikan sebagai tempat wisata. Pantai melawai konon merupakan tempat pengeboran minyak pertama kali di Indonesia sehingga ketika mengunjungi pantai ini akan Nampak terlihat kapal-kapal  pengangkut minyak yang sedang berlabuh. Pantai Melawai sangat cocok dijadikan sebagai  tempat untuk menikmati matahari terbenam sehingga pemilihan waktu yang tepat untuk mengunjungi pantai ini adalah sore hari. Selain itu di sekitaran pantai banyak terdapat kafe-kafe yang akan menghidangkan makanan khas dari daerah Balikpapan yang akan menggoyang lidah anda sembari menemani suasana sore hari anda saat mwnunggu matahari terbenam.

  • Pantai Kemala

Selain adanya pantai Melawai, Balikpapan memiliki destinasi pantai lain yang wajib dikunjungi yaitu pantai Kemala. Pantai Kemala yang juga sering disebut pantai Polda merupakan salah satu destinasi yang sering dikunjungi wisatawan. Hal tersebut dikarenakan lokasinya yang berada di pusat kota yaitu terletak di Jalan Sudirman, Balikpapan Selatan. Lokasi yang strategis menjadikan pantai tersebut sebagai sasaran wisata yang tidak dapat ditinggalkan. Pantai Kemala memiliki pesona hamparan pasir putih yang dapat dinikmati oleh pengunjung, anda dapat bermain air dan menjadikan tempat tersebut sebagai wisata tempat wisata keluarga. Pemilihan waktu yang cocok untuk mengunjungi pantai Kemala adalah sore hari, selain terik matahari yang sudah tidak begitu menyengatanda dapat menikmati senja sembari menunggu matahari terbenam di pantai tersebut. Di sekitar pantai Kemala banyak terdapat warung serta restaurant yang menghidangkan makanan laut serta makanan khas Balikpapan. Selain itu anda dapat bermain banana boats dan jet sky di pantai ini sebagai pelengkap kegiatan anda untuk mengunjungi pantai ini.

  • Hutan Bakau Margomulyo

Meskipun lokasi kota Balikpapan berada di pesisir laut, bukan berarti destinasi wisata yang disajikan hanya berupa pantai. Kota Balikpapan memiliki Hutan Bakau Margomulyo yang dapat dijadikan sebagai referenai wisata apabila anda berada di Balikpapan. Hutan bakau ini memiliki akses yang cukup strategis karena berada di pusat kota. Di dalam kawasan hutan ini terdapat jembatan yang memiliki panjang sekitar 800 meter. Jembatan tersebut digunakan sebagai fasilitas penunjang oleh para pengunjung untuk menikmati keindahan serta kesejukan hutan bakau tersebut. Selain adanya jembatan, Hutan Bakau Margomulyo juga memiliki menara intai yang dapat digunakan untuk menyaksikan berbagai jenis burung yang berada di hutan tersebut. Hewan lain yang ada di hutan bakau ini bukan hanya burung, terdapat bekantan yang dapat anda saksikan. Apabila beruntung andadapat datang dipagi hari atau saat menjelang matahari terbenam untuk melihat bekantan yang ada di hutan bakau Margomulyo.

  • Caribbean Island Waterpark

Destinasi keempat yang wajib dikunjungi saat berada di Balikpapan yaitu taman Caribbean Island Waterpark. Wisata ini merupakan wisata taman air ini terbesar yang berada di Indonesia bagian timur. Apabila anda mengunjungi Caribbean Island Waterpark maka anda akan disuguhi dengan berbagai wahana yang sangat menarik. Tempat ini sangat cocok dikunjungi bersama keluarga anda tercinta, terlebih apabila anak-anak akan sangat antusias untuk bermain air di tempat ini. Caribbean Island Waterpark berlokasi di Jalan Kol. Syarifuddin Yoes II (Ring Road II) Balikpapan. Apabila anda tidak ingin ikut bergabung untuk masuk kedalam kolam, anda dapat mengawasi anak-anak yang sedang bermain air dari pondok kayu yang telah disediakan sembari menikmati pemandangan. Selain itu, di tempat wisata ini anda dapat menikmati pertunjukan air di sebuah panggung terbuka. Wahana lain yang ditawarkan Caribbean Island Waterpark yaitu bermain flying fox, disini anda dapat menguji adrenalin dan menikmati keseruan meluncur dari ketinggian.

  • Kampung Atas Air Margasari

Balikpapan juga menghadirkan wisata yang berbeda dan tidak banyak dimiliki oleh wilayah lain yang ada di Indonesia, yaitu wisata kampung atas air Margasari. Pemerintah setempat membangun kampung apung yang dahulu terlihat kumuh menjadi sebuah obyek wisata yang menarik untuk didatangi. Pengunjung dapat menikmati suasana senja di kampung apung ini dengan mengelilingi perkampungan yang berada di atas air seperti yang ada di Venice, Eropa. Selain itu apabila pengunjung ingin memancing ditempat ini telah disediakan alat untuk memancing. Sehingga sangat cocok dikunjungi bersama keluarga anda.

Berbagai Oleh-Oleh Khas Kota Balikpapan

Apabila anda sedang berlibur atau sekedar singgah sebentar di suatu daerah rasanya ada yang kurang apabila tidak membawa oleh-oleh untuk keluarga atau kerabat. Begitu juga ketika anda mengunjungi Balikpapan pastilah ingin membeli buah tangan untuk kenang-kenangan,apa saja yang menjadi khas  kota Balikpapan yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh? Mari kita simak tulisan berikut ini.

  • Batik

Batik merupakan warisan budaya yang dimiliki oleh Indonesia, kota Balikpapan memiliki Batik sebagai ciri khas yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh. Hal yang membedakan batik kota Balikpapan dengan wilayah-wilayah lain yaitu motifnya, batik Balikpapan memiliki motif yang simple sehingga akan terlihat elegan saat digunakan. Batik yang dapat anda beli untuk dijadikan sebagai oleh-oleh tak melulu harus berbentuk lembaran kain, anda dapat menemukan batik yang telah dibuat baju, tas, sandal dan pernak-pernik lainnya.

  • Souvenir dan Aksesoris Suku Dayak

Kota Balikpapan yang berada di Kalimantan Timur ini sangat terkenal dengan suku dayak, meskipun sebenarnya terdapat suku lain yang juga menghuni kota ini. Sehingga apabila anda ingin menemukan ciri-ciri yang unik maka anda dapat membeli berbagai pernak-pernik khas suku dayak. Aksesoris suku dayak berupa anting-anting, gelang, kalung, gantungan kunci dan tas yang terbuat dari mank-manik. Selain aksesoris tersebut anda dapat membeli pakaian adat suku dayak untuk dijadikan buah tangan.

  • Mantau

Ketika mendengar nama Mantau pastilah yang terlintas di pikiran anda adalah makanan berasal dari Tiongkok, namun Mantau yang berasal dari kota Balikpapan ini memiliki perbedaan dengan mantau yang berasal dari Tiongkok. Sebenarnya roti ini tidak begitu berbeda dengan roti-roti pada umumnya, hanya saja hal yang membedakan dengan roti khas Balikpapan ini adalah cara penyajiannya. Untuk menyajikan mantau perlu dikukus terlebih dahulu sebelum digoreng. Selain itu untuk menghidangkannya dapat dituangkan saus berisi daging. Bahkan ketika rusa belum dijadikan sebagai hewan yang dilindungi, saus yang digunakan untuk menghidangkan mantau menggunakan daging rusa. Namun karena kini populasi rusa mulai berkurang maka mantau khas Balikpapan hanya disajikan menggunakan saus daging ayam atau sapi. Untuk mendapatkan roti ini anda dapat menemukan di pusat oleh-oleh yang berada di kota Balikpapan.

  • Amplang

Kerupuk khas kota Balikpapan ini dapat dijadikan sebagai oleh-oleh saat anda sedang berkunjung di Balikpapan. Kerupuk yang terbuat dari olahan ikan tenggiri ini memiliki cita rasa yang sangat gurih. Kerupuk ini cukup ringan sehingga mudah membawanya untuk dijadikan oleh-oleh, selain itu anda dapat dengan mudah menemukan makanan ini di pusat oleh-oleh yang berada di kota Balikpapan.

  • Makanan Olahan Kepiting

Wilayah Balikpapan yang berada di pesisir laut Kalimantan ini memiliki hasil laut yang sangat melimpah. Sehingga akan terasa seperti ada yang kurang apabila belum mencicipi hasil olahan laut yang ada di daerah penghasil minyak ini. Salah satu kuliner yang menjadi andalan di kota ini adalah olahan kepiting. Namun apabila anda ingin menjadikannya sebagai oleh-oleh maka anda dapat memilih abon kepiting, bedanya abon ini dengan yang lain yaitu bahan yang digunakan untuk membuat abon ini. Aban ini dibuat menggunakan daging kepiting, sehingga rasa yang diciptakan sangat gurih dan nikmat. Kemasan abon kepiting juga memudahkan anda untuk membawanya ketika bepergian jauh.  

  • Kain Songket

Kain songket Balikpapan merupakan kain yang sangat popular dikalangan wisatawan. Kain yang memiliki warna yang cukup mencolok dan cerah ini telah diproduksi sejak puluhan tahun yang lalu. Kain ini sangat elegan dan mempesona sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai buah tangan. Kain songket ini dijual dalam bentuk kain lembaran dan ikat kepala.

  • Batu Mulia

Oleh-oleh yang sedikit berbeda kali ini bukan berupa makanan atau kain, akan tetapi berwujud batu mulia. Sebagai pulau yang kaya akan batu mulianya maka didaerah tersebut banyak terdapat pengrajin batu mulia. Di kota ini terdapat dua jenis batu mulia yang ditawarkan yaitu batu amsak dan batu alami. Batu amsak dibuat dengan campuran beberapa bahan sehingga terlihat lebih elegan, sedangkan batu alami terbentuk oleh alam sehingga harga yang ditawarkan lebih murah.

Sejarah Kota Balikpapan

Sebuah wilayah pastilah memiliki sejarah mengenai asal mula berdirinya wilayah tersebut. Begitu juga dengan kota Balikpapan, kota yang berada di Kalimantan Timur ini tidak dapat dipisahkan keberadaannya dengan sumur minyak Mathilda. Sumur minyak Mathilda merupakan tempat dilakukannya pengeboran pertama kali pada tanggal 10 Februari 1897 oleh Belanda di kaki gunung Komendur yang berada di sebelah sisi timur Teluk Balikpapan. Pada awal tahun 1900an semakin banyak jumlah penemuan sumur serta tempat-tempat yang digunakan untuk pengeboran minyak di kota Balikpapan. Sehingga banyak pekerja yang mulai berdatangan, pekerja-pekerja tersebut berasal dari Cina, Jawa dan berbagai wilayah lain seperti India. Orang-orang dari yang berasal dari Cina serta India inilah yang menjadi cikal bakal penghuni desa Tukung (Klandasan) dan Jumpi (Kampung Baru). Sehingga seiring berkembangnya zaman, kota Balikpapan menjadi kota minyak. Perkembangan industri minyak yang begitu pesat inilah yang telah membangun Balikpapan menjadi kota industri. Namun saat ini Balikpapan tidak lagi menjadi Kota Minyak yang hanya berorientasi pada pengeboran melainkan pada jasa pengolahan minyak yang telah mengolah minyak mentah dari sekitar Balikpapan, yaitu Sepinggan, Handil, Bekapai, Sanga-sanga, Tarakan, Bunyu dan Tanjung serta minyak mentah yang diimpor dari Negara-negara lain.

Terdapat beberapa sejarah yang menjelaskan mengenai asal mula pemberian nama kota Balikpapan. Konon ada yang meriwayatkan asal mula nama Balikpapan diberikan karena sebuah kejadian yang berlangsung pada tahun 1739. Pada waktu itu pemerintahan yang dipimpin dibawah naungan Sultan Muhammad Idris. Sultan Muhammad Idris berasal dari kerajaan Kutai. Sultan Muhammad Idris memerintahkan kepada para pemukim yang berada di sepanjang Teluk Balikpapan untuk turut serta berperan dalam pembangunan istana baru dengan menyumbang bahan bangunan. Seumbangan tersebut telah ditentukan berupa 1000 lembar papan yang diikat menjadi sebuah rakit yang dibawa ke Kutai Lama melewati sepanjang pantai. Akan tetapi ketika papan-papan tersebut tiba di Kutai Lama ternyata terdapat 10 keping papan yang terlepas selama dalam perjalanan menuju Kutai Lama. Kemudian saat dilakukan pencarian terhadap 10 keping papan yang telah hilang tersebut dapat diketahui bahwa papan tersebut telah hanyut dan timbul disuatu tempat yang kini dinamakan Janebora. Dari peristiwa inilah nama Balikpapan diberikan karena dalam bahasa Kutai “Baliklah papan itu” atau papan yang tidak mau ikut untuk disumbangkan.

Dalam sebuah legenda lain juga dijelaskan bahwa asal usul nama kota Balikpapan berasal dari seorang putri yang dilepas ayahnya sang raja yang tidak menginginkan putrinya tersebut jatuh ke tangan musuh. Sang ayah memiliki ide dan berinisiatif untuk mengikat putrinya yang masih balita di atas beberapa keping papan dalam keadaan terbaring. Namun karena papan tersebut terbawa oleh arus dan diterpa oleh gelombang, maka papan tersebut terbalik. Hingga pada akhirnya papan tersebut terdampar dan ditemukan oleh seorang nelayan. Namun begitu nelayan tersebut membalik papan tersebut mendapati seorang putri yang masih terikat di papan tersebut. Konon katanya putri tersebut memiliki nama Putri Petung yang berasal dari Kerajaan Pasir. Sehingga daerah tempat ditemukannya putri tersebut dinamakan Balikpapan.

Kemudian terdapat pula legenda yang menjelaskan asal usul nama kota Balikpapan berasal dari orang-orang suku Pasir Balik atau lazim disebut Suku Pasir Kuleng, sehingga secara turun menurun telah dihikayatkan tentang asal mula nama “Negeri Balikpapan”. Orang-orang suku Pasir Balik yang bermukim di sepanjang pantai teluk Balikpapan berasal dari keturunan kakek dan nenek yang bernama ” Kayun Kuleng dan Papan Ayun “. kemudian oleh keturunan kampong nelayan yang terletak di Teluk Balikpapan itu diberi nama “Kuleng-Papan” yang memiliki arti “Balik-Papan”. Dalam bahasa Pasir, Kuleng memiliki arti Balik dan Papan memiliki arti papan, sehingga apabila diperkirakan nama negeri Balikpapan muncul pada tahun 1527.

Hari jadi Kota Balikpapan ditentukan pada tanggal 10 Februari 1897. Hal yang mendasari penetapan tanggal ini merupakan tanggal peristiwa pengeboran pertama sumur minyak di . Sumur minyak Mathilda Balikpapan dan merupakan hasil seminar sejarah Kota Balikpapan tanggal 1 Desember 1984.