Miss-Riboet-1a

Miss Riboet Diva Pertama Musik Indonesia

Sembilan dasawarsa lalu, tepatnya di tahun 1920-an, para penikmat hiburan terutama musik, tidak bisa semudah menikmati hiburan layaknya di era ini. Teknologi yang berkembang dengan cepat juga membuahkan hasil kepada industri musik saat ini, dan tentu saja kepada para pelaku hiburan sendiri. Lantas apa kabar di tahun-tahun 1920-an ? Tahun dimana teknologi masih terbatas, dan Indonesia yang masih menjadi sebuah negara yang diduduki oleh negara lain.

Opera adalah salah satu hiburan yang banyak penikmatnya saat itu. Opera yang paling terkenal adalah Opera Miss Riboet, selain Rombongan Opera Dardanella, Rombongan Opera Union Dhalia, dll. Matthew Isaac Cohen dalam bukunya yang berjudul The Komedie Stamboel, menyimpulkan bahwa pertunjukan atau opera Miss Riboet adalah Toneel Melajoe atau Drama Melayu, bukan lagi komedi stambul yang terlebih dahulu dikenal banyak orang. Miss Riboet mempunyai kekhasannya yang membuat rombongan ini berbeda yakni menitikberatkan pada jalan cerita dengan selingan musik di antara adegan.

Tio Tek Djin, pria Tionghoa memimpin Miss Riboet Orion ini sebagai perkumpulan seni dan olah raga. Tradisi yang baru saat itu karena berhasil mengawinkan tradisi seni dan olahraga. Tek Djin mewajibkan para pemain di opera pimpinannya ini harus memenangkan kejuaraan sepakbola yang diselenggarakannya serta dapat memainkan musik dengan serius. Dalam portal resmi Pemerintah DKI Jakarta menyatakan juga bahwa Miss Riboet dikenal sebagai entertainer paling laku dan banyak mengeluarkan rekaman. Lagu-lagu yang dipersembahkan oleh Miss Riboet dapat mempersatukan selera nyai-nyai (sebutan untuk para wanita yang telah berumur) dan neng-neng (para pemudi). Sebut saja lagu-lagu yang berjudul Mina Mana Kondemu, Kokki Naik Taxi, Tjindra Wasi, Item Puti, dan Rudjak Uleg.

Miss-Riboet-2

Miss Riboet Orion berdiri di tahun 1925, di bawah pimpinan Tio Tek Djin. Di tangan pria berdarah Tionghoa ini juga repertoar opera komedi stambul mulai berubah. Ia tidak sendiri melainkan dengan bantuan seorang wartawan sekaligus pengarang, Nyoo Cheo Seng, yang membuat sederhana jumlah babak yang ditampilkan. Berkat kemampuan Nyoo Cheo Seng yang membuat publlikasi yang besar-besaran, maka Miss Riboet pun semakin berjaya di tahunnya. Bukan hanya Miss Riboet Orion yang menghiasi seni hiburan berbentuk pertunjukan opera di Indonesia saat itu. Saingan terberat Miss Riboet Orion adalah Opera Dardanella yang merupakan pimpinan dari A.Piedro, seorang warga negara asal Rusia. Persaingan antara Miss Riboet dan Opera Dardanella untuk meraih perhatian publik yang dicatat terjadi di tahun 1931an di Batavia. Sebelum bersaing ketat dengan Opera Dardanella, Miss Riboet pun juga pernah bersaing dengan opera pimpinan Tengkoe Katan dari Medan, yakni Dahlia Opera.

Persaingan antara Miss Riboet dan Dahlia Opera pun dapat dimenangkan oleh Tek Djin dari pihak Miss Riboet.
Persaingan meraih perhatian publik antara Miss Riboet dan Dardanella dimulai dari para perkumpulan wartawan dari kedua belah pihak bekerja memutar otak untuk membuat propaganda reklame yang dapat memengaruhi pikiran publik. Di pihak Miss Riboet mengandalkan Tio Tek Djin, Nyoo Cheo Seng, dan A.Boellaard van Tuijl sedangkan di pihak seberang, Dardanella, ada A.Piedro, Andjar Asmara, dan Tan Tjeng Bok. ‘Perang’ antara Miss Riboet dan Dardanella dimulai dari tuntutan dari Tio Tek Djin kepada Dardanella yang menggunakan nama “Riboet” untuk salah satu nama pemainnya. Pengakuan nama lah yang membuat dua kumpulan opera terbesar ini bersaing di eranya. Hingga akhirnya, persaingan keduanya berakhir yang juga ditandai berakhirnya perjalanan Miss Riboet Orion di tahun 1934. Sejarah mencatat berakhirnya perjalanan Miss Riboet Orion ini dikarenakan penulis naskah mereka yakni Nyoo Cheo Seng dan Fifi Young pindah ke Dardanella.

Perjalanan Miss Riboet sebagai seni hiburan di eranya dapat dilihat sebagai ketenaran dan persaingan yang sama dilalui oleh para pelaku seni saat ini. Tidak ada salahnya menikmati hiburan era 1920an saat ini, jikalau ingin menikmatinya maka tuan dan njonjah sekalian… please welcome Miss Riboet !! (RS)

Miss-Riboet-1

Referensi : wikipedia, jakarta.or.id, dan nasional.kompas

Twitter : @nteph0909

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *