pemusik-stambul

Mengenal Musik Stambul

pemusik-stambul

Industri musik Nasional kerap memproduksi bermacam-macam jenis musik yang dimainkan oleh para musisi-musisinya. Bahkan saking banyaknya jenis musik yang ada di Indonesia, hanya musik-musik arus utama saja yang dikenal oleh khalayak umum sebagian besar. Setiap orang mengenal pop, rock, dan jazz. Bahkan bisa menyebutkan setiap musisinya. Padahal perjalanan sejarah musik di Indonesia banyak mempersembahkan jenis musik, walau tidak masuk ke arus utama. Salah satu jenis musik tersebut adalah musik stambul. Apa itu musik stambul ?

Pada dasarnya musik stambul tidak teripisahkan dengan musik keroncong, karena musik stambul merupakan perkembangan dari musik keroncong sendiri. Istilah stambul diambil dari kata Istambul (ibu kota Turki kini). Diperkirakan sekitar abad 20, musik ini muncul di tanah air. Di mulai dari panggung rombongan sandiwara keliling yang mementaskan sandiwara cerita 1001 malam yang berasal dari Istambul, Turki. Kemudian karena warga pribumi banyak yang menikmati sandiwara tersebut, pun lebih dikenal dengan sandiwara stambul. Di sandiwara tersebut terdapat musik yang mempunyai ciri salah satunya adalah iringan musiknya hampir sama dengan iringan musik keroncong atau langgam, gitar melodi dan selo adalah alat musik yang dominan untuk sebuah lagu stambul.
Musik stambul sendiri adalah bagian dari musik keroncong itu sendiri. Ibaratnya adalah stambul dan keroncong adalah dua bersaudara dalam satu jenis aliran musik. Website resmi portal resmi DKI Jakarta menjelaskan bahwa kesan melodius yang ditumbulkan pada pendengaran pribumi ialah keroncong stambul bersifat minor, karena arkodik yang mengawali susunan harmoni atau keseluruhan musik dan nyanyiannya didominasi pada skala minors atau ters kecil. Sedangkan keroncong biasa adalah diaktonik ters besar atau mayor. Karena itu pula pada dulunya masyarakat banyak menyebutnya kerocong stambul, yang kemudian disingkat menjadi stambul saja.

Salah satu kekhasan yang dimiliki musik stambul juga adalah dengan hanya permainan gitar secara instrumental tunggal (melodi gitar) di suasana malam yang sepi, stambul dapat dinikmati. Lain halnya dengan keroncong yang dinyanyikan secara terus menerus. Nuansa stambul sendiri hampir sama dengan musik padang pasir dari Timur Tengah. Hal ini juga dikarenakan karena musik stambul dibawa ke Jakarta saat Perang Dunia I dimulai oleh para musisi asal Indonesia yang telah berkarya di Turki sebagai ungkapan simpati terhadap negeri Timur Tengah tersebut.

Kini istilah stambul sendiri jarang digunakan oleh para penikmat musik. Tidak jarang pula banyak yang menganggap bahwa stambul dan keroncong adalah jenis musik yang sama. Padahal secara teknis tidak sama. Hal ini juga disebabkan oleh lagu stambul yang menggunakan harmonisasi musik minor tak banyak lagi diciptakan. Secara singkat, khalayak lebih mengenal musik keroncong dibandingkan musik stambul sendiri.

Stambul terdiri dari 16 bar dengan birama 4/4, setiap lagunya terdiri dari 4 lagu. Selain itu irama dimulai di birama ketiga dan selalu jatuh di acord IV (sub dominan) yang merupakan ciri-ciri musik stambul. Terang Bulan, Potong Padi adalah contoh lagu Stambul 1 yang mempunyai ciri terdiri dari 8 birama dan dinyanyikan 2 kali dan berupa pantun. Kenangan, dan Kecewa adalah contoh lagu Stambul 2 yang mempunyai ciri 18 birama dengan kord sub-dominan. Serta syair yang berupa pantun. Lalu ada Sarinah, dan Keroncong Kemayoran yang merupakan Stambul 3. Harmoni yang digunakan dimulai dengan kord Dominanseptim. Hingga kini musik stambul yang paling banyak diminati adalah stambul 1 dan stambul 2. Tidak ada salahnya mendengarkan musik stambul ini di balik derasnya musik-musik arus utama. (RS)

Twitter : @nteph0909

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *