tielman-brothers

Kapan Rock’n Roll Lahir Di Indonesia?

Rock’n Roll di Indonesia dimulai dari salah satu band yang terkenal dan telah dibentuk sejak tahun 1945 di Surabaya sebagai The Timor Rhythm Brothers dan dikenal luas sebagai The Tielman Brothers.  Jika ada satu musisi atau band yang layak disebut sebagai perintis musik Rock di Indonesia, maka itu adalah mereka. The Tielman Brothers beranggotakan putra putri dari Herman Tielman, seorang Kapten Tentara KNIL asal Kupang. Di awal kemunculannya, band ini tampil di acara keluarga ataupun kerabat sang ayah di rumah. Namun kemudian band The Timor Rhythm Brothers menunjukkan talentanya di berbagai pentas pertunjukkan dan berganti nama menjadi The Tielman Brothers. Pengaruh mereka sangat luar biasa sampai ke penjuru dunia. Dikabarkan bahwa musik The Beatles pun terinspirasi dari The Tielman Brothers. Namun demikian, di Indonesia sendiri musik rock belum menampakkan wujudnya sampai pada tahun 1960 an.

Tumbangnya rezim Orde Lama di era 1960-an ternyata memunculkan fenomena baru di kalangan anak muda masa itu. Pembentukan band dengan nama-nama berbahasa Inggris menjadi sangat lazim, ditambah dengan kecenderungan membawakan lagu-lagu barat yang tengah populer saat itu semakin menunjukkan demam budaya barat yang melanda sejumlah anak muda Indonesia. Sejumlah band tenar tak lepas dari puja dan puji kala itu, sebut saja band legendaris asal Inggris seperti The Beaatles, The Rolling Stone, The Hollies, Herman’s Hermits, Yardbirds, The Kinks sampai pada John Mayall dan The Bluesbreaker.Kecenderungan untuk mengadaptasi pengaruh musik grup-grup British Invasion serta rock psikodelik semakin memupuk pembentukan band hingga berkembang pesat.

Di Jakarta sendiri kala itu band anak muda yang berkiblat pada gaya bermusik Inggris dan Amerika mulai bermunculan. Beberapa band yang tercatat menggunakan nama berbahasa Inggris antara lain The Lords, The Flower Poetman, Big Man Robinson, Gipsy Chronic Pot Head, Top’s, The Gibs, The Disc, The Comets, D’Galaxies, The Pro’s. Bukan hanya itu saja, pada era itu juga muncul nana-nama band yang mengikuti ejaan dalam bahasa Inggris, seperti misalnya Chekink dengan maksud kata “ceking”, yang merujuk pada nama band asal Inggris The Kinks, bahkan juga ada nama band The Rollies yang menurut Dedy Stanzah sang pembuat nama, The Rollies tak lain adalah istilah untuk menggambarkan jenis rambut para personelnya, yaitu ikal (roll) dan lurus (lies) sehingga disingkat menjadi The Rollies. Namun tidak menutup kemungkinan jika nama The Rollis diambil dari perpaduan antara The Rolling Stones dengan The Hollies, mengingat band The Rollis kerap kali membawakan lagu-lagu dari kedua band asal Inggris tersebut.

Bukan hanya di Jakarta saja, sejumlah band juga tumbuh subur di Bandung, Surabaya, Malang dan Medan. Mereka sering tampil pada acara ulang tahun ataupun pesta Dayak, yaitu istilah untuk pesta anak muda yang bersenang-senang dengan menampilkan band sebagai hiburannya.

Pada era tersebut juga muncul fanomena band bocah, yang sebenarnya telah muncul pada tahun 1940-an. Mayoritas band bocah terdiri dari anggota keluarga, sehingga tidak berlebihan jika band bocah merupakan band keluarga. Salah satu band yang terkenal dan telah dibentuk sejak tahun 1945 di Surabaya sebagai The Timor Rhythm Brothers dan dikenal luas sebagai The Tielman Brothers.

Tidak dipungkiri jika band bocah berasal dari keluarga menengah ke atas di Jakarta, karena dukungan fasilitas bermusik yang memadai sangat berpengaruh pada eksistensi band bocah itu sendiri. Salah satu contohnya adalah band dengan nama Noor Bersaudara yang ada di kawasan Jalan Sriwijaya, Kebayoran. Band ini mulai aktif dan terbentuk sejak tahun 1962 tentunya didukung fasilitas bermusik yang memadai karena memang berasal dari keluarga yang berada. Personel dari Noor Bersaudara antara lain Firzi Noor, Harry Noor, Iwan Noor, Yanti Noor, Ida Noor dan Nana Noor.

Hingga era 1970-an fenomena band bocah masih tetap berjaya, salah satunya adalah kemunculan band bocah yang beranggotakan putra putri pemusik Said Kelana, yaitu Idham Noorsaid, Iromy Noorsaid, Lydia Noorsaid, dan Imaniar Noorsaid yang bernama Trio The Kids, namun kemudian berubah nama menjadi The Kids. Pada akhir tahun 1970-an band ini memutuskan untuk mengubah namanya menjadi The Big Kid’s Brother dengan masuknya dua putra bungsu Said Kelana yaitu Isnan Noorsaid dan Irwan Noorsaid sebagai drumer dan pemain keyboard. Band bocah ini pun tercatat sukses mendampingi Bing Slamet dan Kwartet Jaya memainkan film berjudul “Bing Slamet Sibuk Sibuk” yang merupakan film komedi di tahun 1972.

http://reviewmusik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *