irama-record-1

Irama Record Perusahaan Rekaman Rintisan Sang Kolonel

Irama Record merupakan sebuah perusahaan rekaman yang merintis rekaman di Indonesia. Perusahaan ini didirikan oleh Suyoso Karsono di era 1960-an. Suyoso Karsono biasa disebut dengan Mas Yos ini juga merupakan kakak kandung dari Nien Lesmana, ibu dari Indra dan Mira Lesmana dan istri dari maestro jazz Indonesia Jack Lesmana. Irama Record merupakan label rekaman pertama di Indonesia yang memproduksi piringan hitam untuk pertama kalinya di Indonesia. Artis-artis yang bernaung pada label rekaman ini adalah Bing Slamet, Lilis Suryani, Titik Puspa dan beberapa artis lainnya.

Perusahaan rekaman Irama Record mulai didirikan di akhir 1950an. Pertama kali berdiri di sebuah garasi milik Mas Yos dengan luas 2 x 3 meter persegi. Irama Record beralamat di Jalan H. Agus Salim No. 65 (sekarang 119) dan juga di Jalan Besuki 23. Perusahaan rekaman ini pertama kali memproduksi albul dari seorang pianis ternama tanah air, Nick Mamahit. Ketika itu, beberapa personel yang mengiringi Nick Mamahit diantaranya Dick Abel di posisi gitar, Dick van der Capellen di posisi drum, dan Max van Dalm pada bas. Kemudian setelah merilis album milik Nick Mamahit, beberapa album lain seperti milik Buby Chen, Jack Lesmana, Mus Mualim turut pula dirilis di bawah label Irama Record.

irama-record-3

Musik-musik yang diproduksi di Irama Record sangat beragam. Tidak pandang bulu. Semua jenis musik bisa direkam di perusahaan milik Mas Yos ini. Karena sejatinya, Mas Yos adalah seorang yang menggemari berbagai genre musik, baik rock n roll, pop, keroncong, gambang kromong, dan tentuna jazz. Kegemarannya inilah yang membuat dirinya mendirikan sebuah perusahaan rekaman yang dapat menampung segala jenis musik untuk direkam di perusahaan rekamannya. Demi untuk menjaga kekonsistensiannya di dunia rekaman musik, Mas Yos harus berburu berbagai rilisan musik hingga ke beberapa negara.

irama-record-1

Karena kegemarannya akan musik inilah, yang akhirnya Mas Yos mendirikan Irama Record. Berkat hobinya yang gemar mengoleksi berbagai rilisan piringan hitam dari berbagai negara, dan saling bertukar info mengenai bisnis rekaman dari para pengusaha rekaman di berbagai negara itulah muncul keinginan dari Mas Yos untuk memproduksi berbagai rekaman dan diedarkan di Indonesia. Dan di tahun 1961, produksi pertama dari Irama Record dengan merilis Semalam di Malaya bersama iringan Orkes Studio Djakarta pimpinan Saiful Bahrie. Tidak hanya itu berbagai musisi ternama tanah air juga digandeng untuk menjadi artisnya di Irama Record.

Mas Yos sendiri juga merupakan seorang militer berpangkat Kolonel, dan setelah pensiun dari dinas militernya di tahun 1952, dirinya benar-benar fokus untuk berkonsentrasi pada perusahaannya yaitu Irama Record. Karena sangat-sangat gemar dengan musik, beliau juga sempat bergabung sebagai vokalis di Hawaian Lieve Souvenirs di Semarang. Bersama dengan grupnya tersebut, lagu-lagunya sering diputar di radio yang juga didirikannya yakni Radio Elshinta. Saat radio Elshinta diakuisisi oleh Hoegeng, beliau kemudian mendirikan radio Suara Irama Indah yang merupakan radio FM pertama di Indonesia.

Irama Record telah memberikan kontribusinya yang luar biasa terhadap industri musik tanah air. Dengan hadirnya perusahaan rekaman tersebut, menjadikan para artis musik dalam negeri bisa merilis karya ciptanya dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Berkat Mas Yos pulalah yang memiliki pemikiran untuk mengembangkan bisnis rekaman di tanah air dan merintisnya untuk di kemudian hari akan muncul berbagai perusahaan lokal yang tumbuh di Indonesia. Suyoso Karsono meninggal pada tanggal 26 Oktober 1984 di usia 63 tahun. Dan jasa beliau yang lain adalah dengan membiayai kontingen The Indonesian All Star ke Berlin, Jerman dalam rangkaian acara Berlin Jazz Festival di tahun 1967.

By: anton_djati@yahoo.co.id

2 thoughts on “Irama Record Perusahaan Rekaman Rintisan Sang Kolonel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *