Tahun 1980-an adalah masa kejayaan heavy metal/hard rock, gampangnya adalah masa lagu "The Final Countdown" mengumandang di hampir semua stasiun radio, masa gitaris-gitaris muda mencoba bermain "Sweet Child `O Mine", masa Jon Bon Jovi membuat histeris cewek-cewek dengan senyum dibalik big hair-nya, di mana Stryper saat itu?
Walaupun dikenal sebagai pengusung musik metal dengan pesan-pesan bernafaskan kristiani, Stryper ada di banyak hati penggemar rock 80-an apapun agama dan kepercayaannya, sebagian orang terbuai dengan lagu manis "Honestly", sebagian lagi ternganga dengan keganasan lagu "To Hell With The Devil". By the way, saya ada di kelompok yang kedua.
Tahun 2009, beberapa grup tempo dulu berusaha menggapai kembali masa emasnya, tetapi dengan bertambahnya waktu 20-an tahun, apakah mereka masih sama seperti dulu? (dengan catatan kita tidak membicarakan Yngwie Malmsteen, if you know what I mean!)
Album "Murder By Pride" dari Stryper, adalah gabungan Stryper masa lalu dan masa kini, mereka mempertahankan musik yang catchy, duo gitar yang asyik, dan lengkingan vokalis Michael Sweet yang masih saja sanggup meniti nada tinggi, walaupun mungkin sekarang, lebih berhati-hati.
Lagu pembuka "Eclipse of the Son" sangat old-Stryper dan merupakan permulaan yang menjanjikan. Riff gitar yang lincah, harmony vokal yang indah, dan permainan bass yang ciamik oleh Tracy Ferrie (bahkan buat saya, lebih baik dibandingkan permainan Timothy Gaines). Musik Stryper memang membuka banyak peluang untuk improvisasi pada sektor bass, dan Tracy memanfaatkannya dengan baik, terdengar di seluruh lagu pada album ini.
Posisi drums diisi oleh Kenny Aronoff, mungkin permainannya tidak seunik Robert Sweet, tetapi untunglah Kenny mampu menghadirkan permainan yang atraktif.
Lagu kedua, "4 Leaf Clover" memiliki riff intro yang tetap old-style Stryper, tetapi menginjak refrain, yang ditampilkan adalah ritem gaya baru yang nge-punk/alternative (You name it! Pokoknya bukan ini Stryper tahun 80-an). Tetapi resep ini membawa lagu "4 Leaf Clover" saya nobatkan menjadi lagu kedua terbaik di album ini, 30% karena lengkingan Michael Sweet setelah solo gitar, yang walaupun singkat, tapi momentnya sangat pas sehingga menjadi bagian yang paling memorable di lagu ini.
"Peace of Mind" merupakan cover version dari kelompok Boston (di mana Michael Sweet juga merupakan vokalis di band ini), lagu yang enak di telinga dan salah satu lagu andalan di album ini. "Alive" merupakan lagu ballad yang memamerkan keindahan vokal Michael Sweet, teknik falsetto dan vibrato-nya di lagu ini, jarang-jarang ditampilkan.
Lagu yang wajib di highlight adalah "Murder By Pride", yang buat saya merupakan lagu terbaik di album ini. Lagu yang menggoda sejak gebrakan pertama, khas Stryper dengan melodi yang rancak, ritem pendek-pendek mengiringi vokal lantang Michael Sweet, dan refrain yang sangat ear-catching. Sederhana, tetapi tidak mudah untuk dibuat seindah ini. Salah satunya dengan memperhatikan refrain, walaupun refrainnya kuat, Stryper tidak terjebak untuk mengulangnya terus-menerus dengan persis sama, ada improvisasi nada yang menarik.
Seluruh lagu di album ini dapat dinikmati bagi fans lama Stryper, bagi yang belum mengenal Stryper, nikmatilah dan Anda tidak akan menyangka album dengan kemampuan musikalitas tinggi, energik dan powerful ini diusung oleh band yang sudah berumur 25 tahun.
score: 4/5 http://www.reviewmusik.com
|
|