Komentar
 

RUST IN PEACE....gila nih album..bikin gw merinding ga bosen2... (boodeeboy on album)

 

VOCALISNYA PAIN OF SALVATION.... MANTAB BGT "DANIEL GILDENLOW" VOCALIS... (SITORUS on article)

 

saya setuju dgn review-nya utk Salt, benar2 album hebat!... (h8red on album)

 

HIAHAHAHA...friedman , paten juga tuh kriwil !

eeh ngomong2 websitenya... (RAGAZYGA on album)

 

tolong diulas grup vandenberg jg dong. this is war.... (santoso on article)

Interview Section

Jubing Kristianto

Visitor View: 417

http://www.reviewmusik.com


Jubing Kristianto, merupakan salah satu gitaris Indonesia yang dikenal dengan dua albumnya yang berisi instrumen gitar akustik berjudul "Becak Fantasy" (2007) dan "Hujan Fantasy"(2008).

Selain dua album tersebut, Jubing juga dikenal sebagai mantan jurnalis/redaktur pelaksana tabloid Nova, instruktur gitar,penulis, dan bahkan penata musik untuk film layar lebar. Mengenai profil Jubing lebih lanjut dapat dibaca pada http://id.wikipedia.org/wiki/Jubing_Kristianto

Reviewmusik.com berkesempatan mengadakan interview yang dapat Anda ikuti sebagai berikut.

reviewmusik: Langsung saja, mengapa Jubing tertarik dan memilih gitar akustik sebagai instrumen kesayangan?

Jubing:

Karena gitar adalah instrumen yang bisa menyuarakan harmoni musik dengan lengkap. Melodi, chord, dan bas, bisa dimainkan sekaligus. Instrumen lain yg bisa menyamai hal ini adalah piano dan harpa. Bedanya, gitar bisa kita tenteng ke mana pun dengan mudah dan siap di mainkan di mana saja. Gitar bagi saya seperti seorang sahabat yg selalu siap di kala kita memerlukannya.

reviewmusik: Pertanyaan standar tapi susah-susah gampang nih, siapa gitaris idola atau gitaris yang menginspirasi Jubing?

Jubing:

Gitaris yg pertama kali menambatkan hati saya pada gitar klasik adalah John Williams dan Julian Bream. Mungkin karena semasa saya baru belajar gitar, di toko kaset hanya ada dua gitaris ini yang saya temukan. Saya mulai belajar gitar klasik saat SMP kelas 2. Lalu setelah itu saya menemukan dan menikmati juga gitaris klasik/akustik yang memainkan ragam musik yang ngejazz seperti Earl Klugh, Charlie Byrd, dan Laurendo Almedia. Sekarang kita bisa dengan mudah mendengar dan menonton permainan banyak gitaris dunia di internet. Beruntunglah siswa-siswa gitar sekarang.

reviewmusik: Bagaimana ide awal dikeluarkannya album "Becak Fantasy" (2007) dan "Hujan Fantasy" (2008) yang terhitung inovatif dan bisa dibilang langka di Indonesia, karena berisi track lagu-lagu instrumental dengan gitar akustik?

Jubing:

Untuk "Becak" ide awalnya adalah saya hendak mendokumentasikan aransemen-aransemen yang pernah saya bikin untuk beberapa kali kompetisi solo gitar Yamaha. Harapan saya, CD itu bisa saya bawa tiap kali saya berkonser dan bisa dijual jika ada yang berminat, sekalian memasyarakatkan seni bermain gitar tunggal yang belum banyak dikenal. Saya bikin rekaman sendiri tahun 2005. Namun master rekaman itu hanya berada dalam lemari selama dua tahun, sampai tahun 2007 ketika saya berkenalan dengan Pak Wandy dari IMC Record Semarang. Awalnya saya membantu mengisi gitar untuk proyek rekaman dia. Lalu saya coba perdengarkan rekaman solo gitar saya. Dia memebawanya pulang dan memperdengarkan pada sekian banyak teman dan keluarga. Ternyata rata-rata mereka suka. Lalu dia memutuskan untuk memproduksinya jadi album. Lahirlah "Becak Fantasy" yg ternyata cukup laris untuk untuk ukuran album instrumental. Mencapai 10.000 copy. Maka IMC Record pun meminta saya membuat album berikut. Lahirlah "Hujan Fantasy".



reviewmusik: Jubing banyak membawakan lagu-lagu daerah Indonesia di kedua album tersebut, apakah memang ingin lebih memperkenalkan khasanah budaya Indonesia dengan gaya dan aransemen baru?

Jubing:

Pertama, karena lagu-lagu daerah kita memang bagus. Kedua, karena saya cemas lagu2 daerah ini lama-kelamaan punah. Anak-anak sekolah sekarang makin sedikit yg diperkenalkan pada lagu-lagu daerah. Padahal, lagu-lagu ini adalah kekayaan bangsa yg tak ternilai. Saya, dengan segala keterbatasan kemampuan saya, berusaha memasukkan lagu daerah dalam setiap album saya. Moga-moga sampai seterusnya.

reviewmusik: Apakah terpikir untuk merekam album dengan kolaborasi gitar akustik dan vokal, seperti yang dilakukan Ritchie Blackmore dengan Blackmore`s Night?

Jubing:

Sebetulnya saya tidak ingin bikin yg seperti itu karena nanti jadinya seperti album-album yg lain. Tidak ada keunikannya lagi sebagai album solo gitar. Tapi kalau hanya satu-dua lagu pakai vokalis, oke saja. Mungkin nanti saya coba.

reviewmusik: Terpikir untuk pentas atau bikin album bareng dengan gitaris lain? Mungkin seperti konsep G3-nya Joe Satriani/Steve Vai atau Trisum-nya Dewa Budjana/Tohpati/Balawan?

Jubing:


Belum tuh. Tapi bagi saya, kolaborasi selalu menarik. Dan saya selalu siap. Bukan dengan gitaris saja, tapi dengan instrumen dan genre musik apa pun. saat ini, misalnya, saya bergabung dengan Kwartet Punakawan pimpinan Pak Jaya Suprana. Kami memainkan lagu-lagu daerah Indonesia dalam berbagai style musik dalam berbagai konser di dalam dan luar negeri. Yang paling baru, Agustus lalu kami tampil di Sydney Opera House.

reviewmusik: Bagaimana perkembangan musik Indonesia dan luar negeri saat ini, di mata Jubing?

Jubing:

Saya tidak komentar banyak karena keterbatasan jangkauan mata dan telinga saya. Tapi yang pasti kemajuan teknologi yg pesat saat amat mempercepat pertumbuhan seni musik. Bayangkan saja, sekarang hanya dengan komputer di rumah kita sudah bisa membuat sebuah musik yang bagus. Zaman dulu mana mana mungkin? Industri musik juga terus bertumbuh pesat, baik dalam rekaman maupun panggung.

reviewmusik: Bisa share sedikit tip dan trik Jubing, khusus bagi para gitaris muda di Indonesia?

Jubing:

Jika kamu tidak bisa menikmati sendiri permainanmu, maka jangan harapkan penonton juga bisa menikmatinya.

reviewmusik: Apa rencana gebrakan Jubing berikutnya?

Jubing:

Rencana besar belum ada. Pada dasarnya saya bukan tipe orang yg perencana. Saya cenderung mengikuti saja aliran kehidupan. Kalau rencana praktis yg paling nyata, ya bikin album lagi sama nulis buku lagi.

reviewmusik: Pesan untuk pembaca reviewmusik.com dan pecinta musik di Indonesia pada umumnya?

Jubing:


Manusia tidak hanya hidup dari makanan, tapi juga dari musik.

Demikian ulasan interview dengan Jubing Kristianto, terima kasih untuk kesediaannya dan semoga bermanfaat bagi pecinta musik di Indonesia. Salam!

www.reviewmusik.com

 
Review selanjutnya HungryHeart
Lihat Interview List
 

Komentar

comment by sonny on 14 October 2008 18:11:32

weee mantap boss...

da ada interviewnya ney

 



comment by honey on 26 October 2008 19:11:40

lagu2 Jubing semuanya enak didenger...



comment by d@n@g on 05 December 2008 21:14:14

sedep..banget mantap deh sukses terus deh..cakep



comment by Ragazyga on 13 March 2009 00:11:53

Mbok bikin trilogi aja...nanggung mas....

Judulnya kan bisa "payung fantasy"

trus bikin versi encore-nya " dunia fantasy"

serius neh...tapi klipnya jangan malu2 getu dong pak`e....

masak kalah sama cah anom...?




Your Name

Website/Blog (opsional)
Comment
Kode verifikasi CAPTCHA Image
ketik huruf pada image diatas, klik di sini untuk reload image kalau nggak jelas