Is it STILL Guns N` Roses?!
Saat Anda membaca tulisan ini, pasti sudah pada download tau album terbaru Guns N` Roses, yang berjudul Chinese Democracy, memang bukan album yang benar-benar baru, karena rilisnya yang lama tertunda. Anda juga pasti sudah mengetahui, bahwa satu-satunya anggota lama GNR yang tersisa adalah sang vokalis, W. Axl Rose. Bagi Anda yang pernah merasakan masa jaya GNR tahun 80-an sampai awal 90-an, akan sulit untuk melepaskan image GNR pada album ini.
Dan setelah saya pikir-pikir, itu bukan karena Axl mempertahankan nama Guns N` Roses, tetapi karena vokal Axl identik dengan Guns N` Roses! Ini teori saya aja sih (suka berteori nih), karena saya membayangkan ada dua lagu sbb:
1. Sweet Child O` Mine dinyanyikan oleh Jon Bon Jovi 2. Always dinyanyikan oleh Axl Rose
Maka yang terdengar lebih nge-GNR menurut perkiraan saya adalah lagu yang kedua (Always)! Sayangnya teori ini nggak bakal bisa dibuktikan, karena Jon Bon Jovi dan Axl Rose nggak suka satu sama lain ("emang eke hombreng.." kata Jon/Axl).
Jadi selama yang nyanyi Axl, pasti kita akan membandingkannya dengan old GNR, nggak dosa kok :) Berikut perjalanan saya mendengarkan Chinese Democracy.
Chinese Democracy (score: 3/5)
Baru Axl buka suara, saya langsung terkenang dengan old GNR, dan secara otomatis mencari-cari lagu ini mirip lagu GNR yang mana ya, lagu ini memang masih mencerminkan aroma old GNR yang kental, walaupun sound gitarnya berbeda dengan Slash/Izzy, apalagi gaya solo gitarnya, jelas bukan ala Slash. Gebrakan awal yang mantap.
Shackler`s Revenge (score: 5/5)
Sedikit bernuansa techno, dan memamerkan bebunyian efek-efek yang unik, lagu ini juga memiliki chorus yang brilian. Hasil kerja gitaris-gitarisnya dalam lagu ini memang dahsyat, sekedar info, seksi gitar pada lagu ini dikeroyok oleh gitaris-gitaris sakti: Buckethead, Ron Thal, dan Robin Finck. Sangat berenergi, kalau kualitas semua lagu dalam album seperti ini, nggak diragukan lagi "Appetite For Destruction" bisa tersaingi!
Better (score: 4/5)
Ok, sekarang sedikit terlihat ciri lagu-lagu pada album ini, banyak penggunaan efek-efek unik, yang menyertai sepanjang jalan alunan vokal Axl. Lagu ini juga sarat dengan solo shredding yang memamerkan sweep picking (sepertinya kerjaan si Buckethead), suatu hal yang tidak akan pernah kita temui pada lagu-lagu GNR yang lama.
Street of Dreams (score: 5/5)
Setelah 3 lagu bertempo cepat berturut-turut, Street of Dreams mulai menurunkan tempo, lagu ini murni memamerkan vokal Axl yang masih tokcer, dan yang membuat saya menilai lagu ini sebagai masterpiece adalah karena bagian setelah gitar solo sampai akhir, adalah bagian yang indah, kata "masterpiece" sudah sangat tepat untuk menggambarkannya.
If The World (score: 2/5)
Lagu paling monoton dalam album ini, walaupun vokal Axl masih dapat dinikmati.
There Was A Time (score: 2/5)
Mulai terasa album ini kurang garang karena There Was A Time juga mengalun tanggung, walau improvisasi instrumen musiknya masih terlihat, tetapi dalam komposisi yang sempit sehingga membosankan.
Catcher In The Rye (score: 5/5)
Style Aerosmith cukup kental pada lagu ini. Lagu yang manis, maknyus di telinga, sepertinya cocok buat didengerin sambil berkendaraan melewati pegunungan, pohon-pohon, bukit-bukit, jurang-jurang (semakin lama kok semakin horor). Seandainya lagu ini masuk dalam album Use Your Illusion I atau II, pasti klop banget. Potensial menjadi lagu kenangan, karena itu jangan dengerin waktu patah hati.
Scraped (score: 2/5)
Mid-tempo, memamerkan semua yang biasa kita dengar pada GNR, kecuali nada gitar pilihan Slash yang memorable (walaupun nggak pake teknik macem-macem), memang sesuatu yang hilang disini.
Riad n` the Bedouins (score: 2/5)
Nah, riff-riff gitar di sini Slash/Izzy banget, sayang sepertinya lagu yang mudah dilupakan, padahal Axl sudah lumayan jerit-jerit. Sorry (2/5)
Lagu yang berjudul "Sorry" memang sudah seharusnya slow (nggak kebayang kan "sorry" tapi jerit-jerit). Pemilihan nadanya cukup baik, walaupun lagu berjalan lambat dan beresiko menimbulkan kebosanan bagi mereka yang nggak "masuk" di lagu ini. Tapi kalo moodnya lagi masuk, bisa aja lagu ini diputer terus sampai Axl ngos-ngosan.
I.R.S (3/5)
Diiringin background musik yang bervariasi tetapi masih terjaga dalam mid-tempo, vokal Axl bernyanyi jernih dalam nada-nada tinggi, bahkan memamerkan lengkingan panjang yang saya yakini, salah satu note tertinggi yang mampu dicapai Axl, mungkin tidak kalah dengan note tertinggi dari Mili Matijevic dari Steelheart. Dahsyat! Jarang-jarang Axl melengking sampai sesakti ini. Ini kejadian nyata: saya sudah ketiduran sambil dengar album ini, dan jeritan ini bikin saya terbangun.
Madagaskar (4/5)
Ballad yang menyentuh,dan seperti ballad GNR lainnya, kalau kata Siti Nurhaliza: "bukan cinta ballad biasa". Dari ballad-ballad GNR, yang paling mendekati kemiripannya dengan lagu ini adalah Civil War (sama-sama ada suara orang ngomong: "what we`ve got here is..."), walau tingkat kemiripannya juga hanya 32% (jangan tanya darimana dapat angka ini).
This I Love (4/5)
Ballad lagi, Axl bernyanyi dengan range suara yang menakjubkan, rendah - tinggi - rendah - tinggi, pokoknya mengalun banget, dengan latar belakang aransemen yang didominasi bunyi piano yang lembut. Suara drums baru masuk saat menginjak solo gitar, sebuah lagu yang sangat emosional. Lagi-lagi, hanya vokalis jenius seperti Axl yang mungkin terpikir mengalunkan vokalnya sedemikian rupa pada bagian ending.
Prostitute (2/5)
Lagu yang terlalu biasa untuk penutup, nggak ada klimaksnya, tapi sudah cukup puas karena akhirnya dapat mendengarkan lagi Guns N` Roses!
Kesimpulan: - vokal Axl masih dahsyat - albumnya kurang galak - tetap, merupakan album yang EXCELLENT - pertahankan prestasimu, tingkatkan pada semester berikutnya
|
|