Guruh Gipsy Legenda Musik Indonesia, Idealisme yang Menggabungkan Musik Modern dan Tradisi

https://www.youtube.com/watch?v=TGNSRgjJPrM&t=36s

Guruh Gipsy adalah legenda musik Indonesia.  Mendengar nama Guruh Gipsy akan mengingatkan kita pada spirit mahakaya garapan Guruh Soekarno Putra bersama dengan teman-temannya di band Gipsy.    Guruh Gipsy merupakan nama album hasil proyek kolaborasi antara putra bungsu Sang Proklamator Indonesia dengan grup band Gipsy. 

Guruh Soekarno Putra dikenal sebagai sosok yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap dunia seni, yaitu musik dan koreografi.  Terbukti dengan berdirinya grup tari dan musik Swara Mahardhika yang sangat populer di era dekade 1970-an – 1980-an. 

Dalam bidang musik, Guruh rupanya memiliki obsesi yang cukup besar untuk menggabungkan musik barat dengan tradisi Indonesia.  Obsesi tersebut muncul setelah mendengar karya Claude Debussy dan Collin McPhee yang memasukkan unsur gamelan pada musik klasik.  Karya bertajuk “Tabuh-tabuhan” tersebut digubah pada tahun 1937.

Di Jakarta, Guruh bertemu dengan Gauri Nasution dan Keenan Nasution yang merupakan teman sekolahnya ketika menempuh pendidikan di Yayasan Perguruan Cikini, Jakarta Pusat.  Gauri Nasution dan Keenan Nasution sendiri dikenal sebagai anggota Band Nasution Bersaudara. 

Band yang sebelumnya bernama Sabda Nada ini terbentuk pada tahun 1966 dan kemudian berganti nama menjadi Gipsy di tahun 1969.  Band Gipsy beranggotakan Chrisye (bassist), Keenan Nasution (drummer), Gauri Nasution (gitaris), Tammy Daudsyah (flute dan saxophone), Atut Harahap (vokal) dan Onan Soesilo (organ).

Permainan musik Band Gipsy terpengaruh oleh beberapa band seperti Procol Harum, Emerson Lake & Palmer, King Crimson, Genesis, Blood, hingga Sweat & Tears.

Pertemuan antara Guruh Soekarno Putra dengan Nasution bersaudara bukan hanya sekedar ajang nostalgia saja.  Tetapi juga menjadi momentum dan cikal bakal terbentuknya proyek kolaborasi yang menggabungkan nama dua entitas yaitu Guruh Gipsy.

Keduanya sepaham dalam konsep proyek kolaborasi tersebut yaitu menggabungkan musik rock dengan tradisi.  Guruh Gipsy memilih kesenian Bali sebagai fondasinya dengan memasukkan nuansa Bali di dalam musiknya.

Guruh dan Nasution bersaudara diketahui pernah belajar mengenai seluk beluk kesenian Bali sewaktu menempuh pendidikan di Yayasan Perguruan Cikini.  Mereka belajar tentang kesenian Bali dari I Made Gerindem. 

Selain itu, ketika tergabung dalam Sabda Nada di tahun 1966-1968, Gauri dan Keenan sempat menyelipkan bunyi gamelan Bali ke dalam lagu-lagu yang mereka bawakan, bahkan ketika tampil di New York.

Proses rekaman Guruh Gipsy dimulai pada bulan Juli 1975 di Laboratorium Pengembangan dan Penelitian Audio Visual Tri Angkasa yang berada di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.  Sebuah studio rekaman yang memiliki fasilitas kanal 16 track pertama di Indonesia.  Proses rekaman bisa dimulai setelah Guruh Gipsy mendapatkan modal dari Ponco Sutowo, teman karib Keenan Nasution.   

Proses rekaman Guruh Gipsy terbilang cukup rumit karena banyak sekali elemen-elemen yang perlu dimasukkan yaitu perpaduan antara dua kutub musik modern dan tradisi.  Selain itu, proses rekaman juga harus menunggu donatur lainnya dan jadwal kosong studio. 

Dengan proses rekaman yang cukup panjang dan rumit, akhirnya proyek mahakarya Guruh Gipsy ini berhasil menciptakan satu album modern dalam balutan nuansa Bali di dalamnya.  Nuansa Bali dalam album Guruh Gipsy sudah mulai terlihat dari sampul albumnya yang menggunakan aksara Bali.  Sebuah simbol dasabayu yang merupakan sepuluh aksara Bali dengan arti tertentu.

Album tersebut berisi 6 lagu dengan judul Indonesia Mahardhika, Chopin Larung, Barong Gundah, Djanger 1897 Saka, Geger Gelgel, dan Smaradhana.

Album hasil proyek kolaborasi Guruh Soekarno Putra dengan grup band Gipsy tersebut menjadi album semata wayang Guruh Gipsy.  Album ini sekaligus menjadi bukti bahwa mereka adalah salah satu legenda musik Indonesia yang memberi warna tersendiri dalam kancah permusikan tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *