Kebangkitan Glam Metal?
Beberapa waktu lalu saya melihat video band glam metal asal Norwegia yang menamakan diri Wig Wam di YouTube dengan salah satu hitnya: In My Dreams (http://www.youtube.com/watch?v=0XIyCKgA8z8). Wig Wam memang unik baik musik dan penampilannya, berdandan flamboyan (alias menor) yang mengingatkan kita akan masa kejayaan Motley Crue, Poison, Cinderella, Kiss, atau tepatnya, masa kejayaan glam metal yang memuncak di tahun 1980-an.
Istilah glam metal (atau hair metal, pop metal, dance metal, dan sejenisnya) dari sisi musik sebenarnya lebih ke hard rock dengan mengandalkan riff gitar catchy, beat menghentak, vokal melodik, cepat akrab di kuping tapi tidak membosankan. Bahasa mudahnya adalah metal yang nge-pop. Dari sisi penampilan visual, sebenarnya glam metal tidak selalu glamour penuh make up, band seperti Europe dan Bon Jovi yang lebih berpenampilan casual juga bisa dikategorikan sebagai glam metal.
Dari tahun ke tahun sebenarnya ada saja band baru yang timbul tenggelam mengusung glam metal, tetapi menemukan band yang memiliki “sesuatu” adalah hal yang sulit (ini juga terjadi di jenis musik progressive metal ataupun power metal). Wig Wam adalah salah satu yang punya kualitas itu, band lainnya adalah The Poodles dari Swedia.
Dari dua band ini (ataupun band glam metal lain yang belum saya ketahui), mungkin masih terlalu cepat mengklaim era glam metal sedang mengalami siklus kembali ke masa kejayaannya, tetapi setidaknya kehadiran mereka mampu mengumpulkan fans base tersendiri. Apa rahasianya? Selain seperangkat alat rias, mereka punya cara tersendiri memainkan glam metal yang enjoyable.
Wig Wam
Jika melihat Glam (vokalis Wig Wam) pada video di atas, mungkin kita berpikir berapa banyak bedak dan lipstik yang dihabiskannya untuk sekali manggung, yang jelas sebanding dengan banyaknya kreativitas mereka dalam bermusik.
Lagu-lagu Wig Wam menusuk to the point ke jantung glam metal, rata-rata menawarkan melodi yang segar dengan ritem yang menghentak tegas. Sesekali penggunaan keyboard pada musiknya tidak membuat musik Wig Wam menjadi lembek. Komposisi lagu-lagu mereka memang tidak rumit, tetapi sangat kreatif dan berkualitas sehingga bisa dibilang setiap lagunya memiliki nyawa tersendiri.
Salah satu ciri Wig Wam adalah dengan cerdasnya mengambil plesetan riff/nuansa lagu-lagu rock/metal terkenal, lebih ke selera humor yang tinggi ketimbang plagiat, dengarkan “A R ‘N’ R Girl Like You” yang memiliki ketukan intro mirip “My Sharona” dari The Knack, atau instrumental berjudul “Erection” yang jelas-jelas plesetan “Eruption” dari Van Halen, dengarkan juga cover version “I Was Made For Loving You” (Kiss) yang dibawakan dengan ritem yang lebih menghentak galak. Terkadang mereka menyentuh ranah heavy metal, seperti terdengar pada “The Riddle” yang kembali merupakan track instrumental yang keren yang dimainkan gitaris Teeny dengan didominasi teknik tremolo picking, mungkin pada lagu ini kita dapat menangkap nuansa “Wasted Years” dari Iron Maiden, atau “Over The Hills and Far Away” dari Gary Moore yang pernah di-cover Nightwish.
Bagaimana dengan ballad? Beberapa ballad Wig Wam ini dijamin tidak mudah terlupakan: “Tell Me Where To Go”, “Man In The Moon”, “From Here”, dan tentu saja ballad terfavorit saya dari Wig Wam: “Bygone Zone”.
Personil:
Glam – vocals
Teeny – guitars
Flash – bass
Sporty – drums
Album:
667.. The Neighbour of the Beast (2004)
Wig Wamania (2006)
Non Stop Rock’n Roll (2010)
The Poodles
Nama band boleh mirip jenis anjing, yang jelas gigitan musik The Poodles dijamin berbekas lama di telinga. Membuat lagu yang sing-along dan ear-catching adalah keahlian The Poodles, dengarkan lagu “Metal Will Stand Tall” yang pantas menjadi lagu kebangsaan mereka (untungnya, judul lagu tersebut belum digunakan oleh Manowar). Sudah menelurkan empat album studio dan satu album live hingga saat ini, The Poodles tetap konsisten dengan style-nya, lagu-lagu seperti “Seven Seas”, “Vampire’s Call”, “Like No Tomorrow”, dan “Caroline” begitu melodik dan nyaman dilantunkan dengan ritem yang gejekgejek luar biasa nikmatnya.
The Poodles juga punya power ballad yang mantap, seperti “We Are One”, “Crying”, dan “One Out Of Ten”.
Personil:
Jakob Samuel – Vocals
Christian Lundqvist – Drums
Pontus Egberg – Bass
Henrik Bergqvist – Guitar
Album:
Metal Will Stand Tall (2006)
Sweet Trade (2007)
Clash of the Elements (2009)
No Quarter (Live) (2010)
Performocracy (2011)

ada juga band amrixx dengan nama “roxx”, kalo gk salah nama albumnya “Diamonds & Rust” namanya mirip “roxx” di indonesia.