Saat Iron Maiden merilis Piece of Mind (1983), belum banyak yang memainkan heavymetal dengan kualitas yang setara. Terlebih karena mulai album ini, Nicko McBrain masuk menjadi penggebuk drum yang kesaktiannya langsung dipamerkan sejak detik pertama track pembuka "Where Eagles Dare".
Iron Maiden merupakan band yang bertabur bintang. Musik mereka banyak mengilhami band heavymetal penerusnya, walaupun saya agak heran, kenapa gaya rambut lurus Bruce Dickinson jarang diikuti anak muda masa itu, justru baru heboh trend bonding setelah nongol kelompok F4 dengan sinetron Meteor Garden :|
Pada tahun yang sama, sebuah band asal Seattle yang menyebut diri mereka Queensrÿche, merilis EP pertama berjudul "Queensrÿche". Tidak banyak yang mengenal Queensrÿche saat itu, tetapi ternyata band baru ini sangat berbakat. Sang vokalis Geoff Tate, mengaku terpengaruh oleh Bruce Dickinson (dan Rob Halford). Tapi yang jelas Geoff Tate tidak terpengaruh dengan gaya rambut bonding, dan memilih gaya rambut sendiri dengan jambulnya yang khas (yang juga tidak ada yang berminat meniru).
Tahun berikutnya (1984), Queensrÿche meluncurkan album "The Warning", album ini sempat mendaki peringkat 100 UK Album Chart, lumayan, walaupun belum apa-apa dibandingkan "Piece of Mind" yang mampu naik sampai posisi 3, atau "Powerslave" (1984) yang pernah merasakan posisi 2.
Secara penjualan, peringkat, ataupun penghargaan yang diterima, "Piece of Mind" jelas lebih unggul dibanding "The Warning". Tetapi karena kebetulan sama-sama berisi 9 track, bagaimana kalau masing-masing track dibandingkan dan dirasakan, mana yang lebih baik? Lain telinga bisa jadi lain pendapat, tetapi setidaknya, inilah apa kata telinga saya :)
Track 1
Iron Maiden - Where Eagles Dare Bagi yang tidak mengerti drums sekalipun, saat mendengarkan "Where Eagles Dare" pertama kali, akan mengakui permainan drum Nicko McBrain sangat unik dan nikmat didengar, memiliki kelas berbeda dengan drummer kebanyakan. Ini salah satu highlight pada karya Iron Maiden: permainan seluruh instrumen yang sangat harmonis, intro gebukan drums yang legendaris, dan vokal Bruce Dickinson dengan style metal-operanya.
Queensrÿche - Warning Vokal Geoff Tate yang lantang dan sangat berpower langsung terasa pada track pembuka ini, seksi ritem (drums dan bass) juga terdengar cukup rumit (dan kreatif) padahal struktur lagunya termasuk sederhana (mungkin karena itu musik Queensryche sering disebut progressive?). Tetapi melodi lagu ini biasa saja, bagus tapi tidak terlalu nyantol, apalagi untuk track pertama dimana pendengar biasanya memiliki ekspektasi tinggi.
Result: Up the Irons! 1-0.
Track 2
Iron Maiden - Revelations Saya sedikit surprise, saat mengetahui lagu ini diciptakan oleh Bruce Dickinson, karena pemilihan nada yang indah sekaligus rumit, biasanya diciptakan oleh Steve Harris. "Revelations" bermain pada tempo yang berubah-ubah dan struktur lagu yang tidak biasa. Memperdengarkan sisi lain Iron Maiden, bahwa para "gadis besi" tidak selalu bermain dengan tempo cepat.
Queensrÿche - En Force Bertempo lebih cepat dan lebih keras dibandingkan track pertama, upbeat pada ritem dan vokal Geoff Tate sudah nikmat, very old school heavymetal! Sayang reff-nya kurang berkesan.
Result: Up the Irons! 2-0.
Track 3
Iron Maiden - Flight of Icarus Nada lagu ini sederhana dan mudah dinyanyikan (tidak membuat lidah terpeleset seperti beberapa lagu Iron Maiden), tapi seperti juga Ronnie James Dio, kharisma dan power Bruce Dickinson susah ditiru vokalis lain. Lengkingannya di akhir lagu benar-benar menggambarkan lirik "fly, touch the sun!".
Queensrÿche - Deliverance Kembali sebuah track dengan pola yang sama: vokal mantap, struktur lagu sederhana tetapi dibawakan dengan cukup berkualitas, sayangnya, kurang greget pada harmoni dan melodi yang diciptakan.
Result: Up the Irons! 3-0. (saya mulai mikir, kapan giliran Queensrÿche?)
Track 4
Iron Maiden - Die With Your Boots On Buat saya, track ini bukan track yang terlalu merangsang adrenalin, mungkin karena saya lebih menyukai saat Iron Maiden membawakan melodi yang rumit dan panjang, atau bertempo cepat (atau ballad sekalian). Walaupun tidak berarti track ini jelek.
Queensrÿche - No Sanctuary Kalau Iron Maiden punya lagu "Sanctuary" (album "Iron Maiden" tahun 1980), maka Queensrÿche punya "No Sanctuary". Track ini memperdengarkan sisi ballad Queensrÿche, dan mulai terdengar ternyata Geoff Tate pun piawai mengontrol vokal dengan nada yang lebih rendah, bahkan siulannya di tengah lagu terdengar keren. Lagu ini memiliki melodi yang dalam dan menghanyutkan.
Result: 3-1. Untuk pertama kali, saya lebih memilih Queensrÿche pada track ke-4 ini. Walaupun sebenarnya beda tipis saja.
Track 5
Iron Maiden - The Trooper Lagu kebangsaan Iron Maiden yang membuat para metallers bersukacita, entah bagaimana rasanya mendengarkan lagu ini saat dibawakan live, orang paling cool sedunia mungkin juga akan histeris :D Melodi gitar yang sangat membuat horny diiringi gempuran ritem, berhenti saat Bruce Dickinson mengawali dengan "you`ll take my life but I`ll take yours too", kemudian kembali menghentak dengan full power. Sebuah masterpiece dalam dunia permetalan.
Queensrÿche - NM 156 Lagu yang unik dengan bunyi-bunyian yang sedikit techno dengan tempo yang cepat. Bahkan solo gitar pada lagu inipun unik, dan jarang terjadi, saat hal yang paling menarik pada lagu Queensrÿche adalah pada solo gitar.
Result: Up the Irons! 4-1.
Track 6
Iron Maiden - Still Life Buat saya, inilah lagu Iron Maiden dengan lirik yang paling horor, dan mood yang dibawa lagu ini pun horor, ditambah lagi dengan intro suara Nicko McBrain yang direkam secara reverse. "Still Life" juga merupakan salah satu lagu yang perlu di-highlight pada album ini, selain semua instrumen kembali dimainkan all-out, inilah satu-satunya lagu yang menyebut kata "Peace of Mind". Setidaknya sedikit mirip dengan judul album: "Piece of Mind".
Queensrÿche - Take Hold of the Flame Masterpiece Queensrÿche pada album ini. Tarikan Geoff Tate dari nada rendah ke tinggi, menuju lengkingannya yang paling terkenal, ada di lagu ini. Lirik lagu ini sangat menggugah semangat. Bagi yang perlu motivasi sebenarnya tidak perlu jauh-jauh mencari Mario Teguh, cukup dengarkan Take Hold of the fuckin` Flame!
Result: Queensrÿche! 4-2.
Track 7
Iron Maiden - Quest for Fire Walaupun tidak terlalu ngetop, lagu ini tidak jelek. Alasan yang lebih tepat adalah karena terlalu banyak lagu yang bagus di album ini. "Quest for Fire" tetap memiliki signature khas Maiden, yaitu dominasi bassline Steve Harris yang mampu diimbangi Nicko dengan baik. Permainan solid mereka bahkan menutupi bagian reff yang agak lemah. Saya juga menyukai tarikan falsetto Bruce Dickinson pada lagu ini. Vokalis satu ini memang punya banyak teknik untuk mencapai nada tinggi!
Queensrÿche - Before The Storm Heavymetal standar Queensrÿche, mengekspresikan gebukan Scott Rockenfield yang unik, dengarkan gempuran drumsnya di bagian akhir yang benar-benar mirip badai (storm).
Result: Up the Irons! 5-2.
Track 8
Iron Maiden - Sun and Steel Buat saya, ini track paling lemah dari album "Piece of Mind", walaupun sekali lagi, kualitas permainannya masih top, terutama bassline Steve Harris yang selalu menemukan ruang untuk improvisasi.
Queensrÿche - Child of Fire Satu lagi masterpiece dari album "The Warning", terutama pada bagian tengah lagu dimana Geoff Tate mengomel: "aahhhh damn you, for the pain that they must feel", asli keren, setiap hentakan nada di lagu ini sangat kuat feelnya.
Result: Queensrÿche! 5-3.
Track 9
Iron Maiden - To Tame a Land Bernuansa musik padang pasir, memamerkan vokal twisted tongue dengan style operatic Dickinson yang rumit. Instrumen lainnya kompak membentuk harmoni, terutama pada bagian solo, satu lagi track kelas berat dari Iron Maiden.
Queensrÿche - Road to Madness "Road to Madness" merupakan salah satu nomor epic Queensrÿche yang sangat emosional, instrumen lain tidak terlalu menonjol, hanya mengiringi vokal Geoff Tate yang berada pada puncaknya, tidak hanya dalam masalah jerit-jerit, tetapi juga soulnya dalam membawakan lagu ini yang dapat membuat merinding, unbelievable!
Result: kedua lagu ini sama-sama merupakan lagu penutup, dan lagu dengan durasi terpanjang pada masing-masing album. Secara musikalitas, "To Tame a Land" lebih baik, tetapi secara keseluruhan, "Road to Madness" lebih menghanyutkan! So... winner for 9th track goes to Queensrÿche. 5-4.
Conclusion Pada akhirnya, "Piece of Mind" buat kuping saya memang lebih baik. Walaupun tidak terlalu jauh bedanya. Keduanya tetap merupakan album pusaka yang susah dicari tandingannya dalam dunia permetalan. \m/
|
|