Zhang Yu Sheng

zhang-yu-sheng

Taiwan tentu bukan negara yang terkenal dengan rock dan heavy metal, tetapi dari negara inilah muncul Michael Kiske made in Taiwan, yaitu Zhang Yu Sheng, vokalis yang bersolo karir ini sempat ngetop di Indonesia dan negara asia lainnya pada tahun 90-an dengan lagu mellow seperti Se Fo Cen Te Ai Wo dan Ta Hai.

Lalu kenapa penyanyi Taiwan mellow ini dibandingkan dengan legenda hidup power metal, the almighty Michael Kiske?!  Begitu jerit protes fans Michael Kiske + Helloween, Gamma Ray, Unisonic, Avantasia, Place Vendome, SupaRed, Avalon, Revolution Renaissance dan band lain di mana Michi pernah bernyanyi.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Dream Theater – Dream Theater (2013)

dream-theater-2013

Biasanya sebuah band akan melempem atau setidaknya menjadi kurang bergigi kalau ditinggal pentolannya, contoh nyata adalah Skid Row yang ditinggal Sebastian Bach, Dokken yang ditinggal George Lynch, atau Iron Maiden yang (pernah) ditinggal Bruce Dickinson.  Tapi rupanya hal tersebut tidak berlaku buat Dream Theater sepeninggalan Mike Portnoy tahun 2010 silam, justru band progresif metal ini semakin garang dengan dua album tanpa Portnoy (yang digantikan Mike Mangini) yaitu A Dramatic Turn of Events (2011) dan album terbaru ini: Dream Theater (2013).

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Skid Row – Icon Hard Rock 80′an yang (Tak) Terlupakan

They call us problem child
We spend our lives on trial
We walk an endless mile
We are the youth gone wild
We stand and we won’t fall
We’re one and one for all
The writing’s on the wall
We are the youth gone wild

skid-rowDemikian sepenggal lirik Youth Gone Wild, salah satu “lagu wajib” Skid Row, yang sangat terkenal di era 80-an. Skid Row memang dekat dengan image pemberontak dan darah muda yang tercermin dari lirik dan musiknya. Walaupun sekarang mereka tidak terlalu muda lagi dengan usia rata-rata personilnya tahun 2013 ini mencapai 47-49 tahun, tetapi mereka adalah salah satu band era 80-an yang mampu bertahan sampai hari ini. 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Ballad Metal Terbaik Part 3

ballad-metal

Bukan cuma film Lord of the Rings yang bisa ber-trilogi, artikel ballad metal terbaik di reviewmusik.com ini juga terdiri dari trilogi alias 3 seri (biarpun bisa aja tau-tau jadi tetralogi atau 4 seri tergantung yang nulis). Jadi, melanjutkan yang seri pertama di http://reviewmusik.com/2011/01/01/ballad-metal-terbaik-part-1/ dan seri kedua di http://reviewmusik.com/2011/05/14/ballad-metal-terbaik-part-2/, sekarang kita bahas lagi ballad metal selanjutnya yang ciamik, yang biarpun ditulis paling akhir, tapi bukan berarti koleksi sisa, karena dijamin lagu-lagu ini nggak kalah galau dengan lagu-lagu mellow metal yang dibahas di tulisan pertama ataupun tulisan kedua.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Avalon – The Land of New Hope (2013)

avalon-the-land-of-new-hope

Selain Kai Hansen, orang yang bertanggung-jawab merasuki telinga pendengar metal dengan gebrakan power metal berkualitas adalah Timo Tolkki, yang pernah melahirkan Stratovarius sampai menjadi salah satu supergrup power metal. Biarpun saat ini Timo Tolkki sudah tidak tergabung dengan Stratovarius, kiprahnya terus berlanjut dengan bersolo karir, juga mendirikan Revolution Renaissance (2008), Symfonia (2010), dan Avalon di tahun 2013 ini.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

David Lee Roth – A Little Ain’t Enough (1991)

a-little-aint-enoughSetelah sukses membuat album Eat ‘Em and Smile (1986) dan  Skycraper (1988)  bersama gitaris  Steve Vai yang sudah terkenal sakti saat itu, David Lee Roth menggandeng gitaris Jason Becker untuk menggantikan posisi Steve Vai yang keluar dan kemudian menerima tawaran David lainnya (David Coverdale) sebagai gitaris Whitesnake. Kolaborasi David Lee Roth dan Jason Becker menghasilkan album A Little Ain’t Enough yang dirilis pada tahun 1991. Ini adalah album terakhir yang diselesaikan Jason Becker saat masih mampu bermain gitar, sebelum akhirnya didiagnosa menderita Lou Gehrig’s Disease atau ALS yang menyebabkan kelumpuhan. 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tjahjo Wisanggeni – From the Other Side (1992)

tjahjo-wisanggeni-from-the-other-sideSalah satu gitaris Indonesia yang sangat berbakat adalah Tjahjo Wisanggeni. Kasetnya beredar pada masa nama Yngwie Malmsteen sangat disegani, saat itu menjadi cloningan Yngwie sangat membanggakan,  itu juga yang menyebabkan saya membeli kaset ini saat  melihat cover Tjahjo memegang Fender Stratocaster walaupun saya tidak pernah tahu mengenai gitaris satu ini sebelumnya.

Album ini merupakan album instrumental berisi 8 lagu yang cukup sarat dengan teknik sweep picking dan petikan cepat khas shredder, namun tidak terjebak menjadi asal ngebut, harmoni dan melodi yang tercipta di album ini pantas diacungi jempol. Tjahjo sepertinya mendapatkan  pengaruh kental dari gaya permainan Yngwie, Jason Becker, Marty Friedman, dan beberapa gitaris populer lainnya. Secara keseluruhan album ini bergenre neo-classic rock/metal.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

…And Justice for All (Metallica) vs Rust In Peace (Megadeth)

and-justice-for-allrust-in-peaceReview album legendaris sudah biasa, yang tidak biasa adalah  membandingkan dua album legendaris. Misalnya  album …And Justice for All (1988) dari Metallica versus  Rust In Peace (1990) dari Megadeth. Selain sama-sama legendaris, kedua album ini memiliki persamaan lain, yaitu sama-sama merupakan studio album ke-4 dan sebagian liriknya menyinggung kekacauan politik dan sosial, dan yang terpenting jutaan telinga metal-mania sama-sama  sudah khatam dengan setiap nada yang keluar dari dua album ini, tetapi silakan coba untuk  mendengar lagu per lagu dua album ini secara bergantian dan rasakan bedanya, mungkin ada yang setuju dengan review dibawah ini, atau sebaliknya.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Testament – Practice What You Preach (1989)

testament-practice-what-you-preach1980-an sering disebut sebagai masa kejayaan hairband alias glam metal. Tetapi pada masa itu salah satu genre yang juga cemerlang adalah thrash metal, yang tidak lepas dari sepak terjang the “Big Four” yaitu Metallica, Anthrax, Megadeth, dan Slayer. Dibalik nama-nama besar tersebut, Testament adalah kuda hitam yang membayangi ketenaran mereka. Album Practice What You Preach merupakan album Testament di tahun 1989 yang sukar dipungkiri adalah salah satu album masterpiece dalam sejarah thrash metal era 80-an.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

White Lion – Vito Bratta Guitar Solos

vito brattaWhite Lion tanpa Vito Bratta bukanlah White Lion, karena itu Mike Tramp tidak pernah bisa mengembalikan White Lion pada masa jayanya tanpa Vito Bratta. Sesakti apa seorang Vito, bisa didengar dari semua permainan gitarnya dari album Fight to Survive (1985) sampai Mane Attraction (1991) yang memamerkan nada-nada ciptaannya yang melodik di telinga tetapi keriting di tangan.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail